Vaksinasi Rabies Gianyar Capai 93,48 Persen, Target Tuntas Akhir Agustus 2026

Capaian vaksinasi rabies di Gianyar mencapai 93,48 persen atau 75.356 dari 79.915 ekor anjing. Pemkab menargetkan vaksinasi tuntas akhir Agustus 2026

Vaksinasi Rabies Gianyar Capai 93,48 Persen, Target Tuntas Akhir Agustus 2026

Ilustrasi anjing rabies

Foto: ISTIMEWA

Upaya Kabupaten Gianyar mewujudkan wilayah bebas rabies terus digenjot. Hingga pekan pertama Agustus 2026, capaian vaksinasi rabies terhadap populasi anjing di Kabupaten Gianyar telah mencapai 93,48 persen.

Dari total populasi anjing yang terdata sebanyak 79.915 ekor, sebanyak 75.356 ekor telah mendapatkan vaksinasi rabies. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Bali dan tidak lepas dari kerja keras Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Hewan (Keswan) yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Plt. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar, I Made Dwitemaja, saat ditemui Rabu (12/8/2026), mengatakan vaksinasi rabies di Kabupaten Gianyar ditargetkan tuntas pada akhir Agustus 2026.

"Vaksinasi rabies di Gianyar ditargetkan tuntas akhir Agustus. Sedangkan sisa waktu di tahun 2026 digunakan untuk vaksinasi hewan peliharaan yang tercecer," jelas Dwitemaja.

Menurutnya, percepatan vaksinasi dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), mahasiswa kedokteran hewan, serta UPT Keswan Gianyar.

"Kami berkolaborasi dengan PDHI, mahasiswa kedokteran hewan, dan terutama bersama UPT Keswan Gianyar," ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara serentak berdasarkan wilayah. Selain vaksinasi rabies pada anjing, petugas juga melaksanakan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi serta penanganan kesehatan hewan ternak lainnya.

Dwitemaja mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pertanian memiliki komitmen untuk mendukung target Zero by 30, yakni dunia bebas rabies pada 2030. Sementara itu, Kabupaten Gianyar menargetkan dapat mewujudkan Gianyar bebas rabies pada 2028.

Untuk mencapai target tersebut, pendataan terhadap hewan peliharaan terus dilakukan. Tingginya capaian vaksinasi menjadi salah satu modal penting dalam upaya pengendalian rabies di wilayah Gianyar.

"Capaian vaksinasi rabies Kabupaten Gianyar saat ini tertinggi di Bali. Kabupaten lain rata-rata capaiannya masih di bawah 80 persen, bahkan ada kabupaten yang baru mencapai 23 persen," ungkap Dwitemaja.

Selain vaksinasi massal, Dinas Pertanian Gianyar melalui Bidang Kesehatan Hewan juga melaksanakan kegiatan vaksinasi, sterilisasi, pengobatan hewan, serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bergerak.

Kegiatan tersebut menyasar wilayah dari Desa Lebih hingga Kelurahan Abianbase. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan hewan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan rabies.

"Ini merupakan kegiatan mewujudkan Gianyar bebas rabies, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat," kata Dwitemaja.

Sebelumnya, kegiatan telah dilaksanakan di Desa Lebih pada pekan lalu. Selanjutnya, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 di Lingkungan Kaja Kauh Abianbase, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar.

Dalam kegiatan tersebut, UPT Keswan Gianyar menggandeng sejumlah pihak, termasuk yayasan, PDHI Gianyar, serta mahasiswa kedokteran hewan Universitas Udayana (Unud).

Dengan capaian vaksinasi yang telah menembus 93,48 persen, Dinas Pertanian Gianyar kini mengejar sisa populasi anjing yang belum tervaksinasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya target Gianyar bebas rabies sekaligus mendukung cita-cita Indonesia menuju dunia bebas rabies pada 2030.

Ketut Catur Kusumaningrat

Ketut Catur Kusumaningrat

Jurnalis yang bertugas lebih dari 6 tahun di Kabupaten Gianyar, Bali. Berpengalaman baik di media cetak, media online, hingga televisi.

BERITA TERKAIT