Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Pemkab Gianyar Soroti Enam Prioritas Pembangunan hingga 2030

Pembangunan Bali 2025-2030 diarahkan pada enam bidang prioritas sebagai fondasi menuju visi pembangunan Bali 100 tahun ke depan

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Pemkab Gianyar Soroti Enam Prioritas Pembangunan hingga 2030

Upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Halaman Kantor Bupati Gianyar, Jumat (14/8/2026).

Foto: Diskominfo Kabupaten Gianyar

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan berdirinya Provinsi Bali. Pemerintah Kabupaten Gianyar menekankan pentingnya menjadikan peringatan tersebut sebagai refleksi pembangunan sekaligus penguatan arah pembangunan Bali untuk jangka panjang.

Hal itu disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat membacakan pidato Gubernur Bali pada upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Halaman Kantor Bupati Gianyar, Jumat (14/8/2026).

Dalam amanat tersebut, pembangunan Bali ke depan diarahkan pada Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Untuk periode 2025–2030, pemerintah daerah menetapkan enam bidang yang menjadi prioritas pembangunan Bali. Kebijakan tersebut mencakup penguatan adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal; kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan; serta transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali.

Tiga bidang lainnya meliputi pembangunan infrastruktur dan transportasi, lingkungan, kehutanan dan energi, serta pengembangan Bali sebagai Pulau Digital yang dibarengi penguatan keamanan Bali.

Arah pembangunan tersebut juga didukung Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Regulasi ini menjadi salah satu dasar hukum penyelenggaraan pembangunan Bali sekaligus mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, kebudayaan serta kearifan lokal Bali.

Mahayastra menegaskan keberhasilan pembangunan lima tahun ke depan memiliki arti penting karena akan menentukan keberlanjutan pembangunan Bali dalam jangka panjang.

“Tidak ada pilihan lain, hanya ada satu pilihan, harus sukses. Keberhasilan pembangunan Bali lima tahun ke depan akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan,” demikian petikan amanat yang dibacakan Bupati Mahayastra.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang dimaknai sebagai ketulusan dan keikhlasan untuk kejayaan Bali.

Tema tersebut sekaligus menjadi penekanan agar pembangunan dan pelayanan publik tidak hanya berorientasi pada pencapaian fisik, tetapi juga dilandasi integritas, gotong royong dan kepentingan masyarakat.

“Setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong dan bertanggung jawab demi Nindihin Gumi Bali,” kata Mahayastra saat membacakan amanat tersebut.

Dengan arah pembangunan yang telah ditetapkan, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali menjadi momentum untuk memastikan pembangunan tidak berjalan secara parsial. Enam prioritas pembangunan 2025–2030 diharapkan menjadi pijakan menuju Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ketut Catur Kusumaningrat

Ketut Catur Kusumaningrat

Jurnalis yang bertugas lebih dari 6 tahun di Kabupaten Gianyar, Bali. Berpengalaman baik di media cetak, media online, hingga televisi.

BERITA TERKAIT